Keindahan Pengampunan

September 13th, 2010 § 0 comments

Pengampunan adalah gagasan yang indah, sampai ketika gagasan itu mesti diwujudkan dalam tindakan mengampuni. Mengampuni memang bukan tindakan yang mudah, tetapi tidak mustahil untuk terjadi. Gagasan indah tetapi sulit diwujudkan inilah yang telah terjadi di dalam kehidupan Phan Thi Kim Phuc.

Pada tanggal 8 Juni 1972, sebuah Bom Napalm dijatuhkan di desa tempat tinggal Phuc di Vietnam. Phuc yang pada waktu itu berusia 9 tahun berlari telanjang sambil menangis, sambil berteriak,” Nong qua! Nong qua!” (Terlalu panas! Terlalu panas!) ketika tubuhnya terkena radiasi bom tersebut. Momen tragis ini diabadikan oleh seorang fotographer bernama Nick Ut dan memenangkan Hadiah Pulitzer. Kisah di balik potret ini menjadi mendunia, tetapi tidak banyak orang tahu tentang apa yang terjadi sesudahnya.

Setelah peristiwa itu, Phuc dirawat selama 14 bulan di rumah sakit. Luka fisiknya sembuh, tetapi kemarahan dan kebencian justru muncul dan bertambah kuat. Phuc berkata,”Kemarahan dan kebencianku setinggi gunung, dan kepahitanku sehitam kopi” Beberapa kali Phuc mengungkapkan keinginannya untuk mati. Sampai akhinya Phuc menemukan dan membaca sebuah Alkitab di perpustakaan. Tertarik dengan ajaran Alkitab, Phuc mengiyakan ajakan seorang rekan untuk menghadiri sebuah perayaan Natal dan di sinilah luka-luka di jiwa Phuc sembuh. Phuc berkata,” Yesus menolongku untuk mengampuni musuh-musuhku, dan akhirnya saya mempunyai damai di dalam hatiku” Phuc merasakan keindahan pengampunan.

Di dalam Yesus Kristus kita mendapatkan kekuatan untuk mengampuni, dan bahkan mengasihi musuh-musuh kita. Itu sebabnya, Yesus Kristus berfirman,” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Lukas 6:35).


Leave a Reply

Your email address will not be published.

What's this?

You are currently reading Keindahan Pengampunan at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

meta

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.