Tahun Baru, Berkat Baru

January 3rd, 2013 § 1 comment

tahun baruTahun baru senantiasa disambut dengan sukacita dan pesta yang menghadirkan pelbagai macam hiburan dan tontonan.  Tidak terhitung berapa banyak dana yang dihamburkan untuk menyambut tahun yang baru.  Namun, sesungguhnya apa yang baru?  Ketika kita memasuki tahun yang baru, kita masih membawa masalah dari tahun yang lalu bukan?  Kita masih membawa hutang, pergumulan dan masalah dari tahun yang telah berlalu.  Jadi, apa yang baru?

Menyambut tahun baru, kita mempunyai harapan yang baru.  Mungkin inilah satu-satunya yang baru di tahun yang baru : harapan yang baru.  Harapan lah yang memberikan semangat, sukacita dan kekuatan untuk menjalani tahun yang baru.  Sebagai orang Kristen, kita tentu mengharapkan agar berkat Tuhan menyertai di tahun yang baru.  Berkat Tuhan adalah frasa yang mempunyai beragam arti dalam Alkitab.  Pada era Perjanjian Lama, berkat berarti perkenanan Tuhan atas kehidupan seseorang.  Jika Tuhan berkenan atas hidup seseorang, maka Tuhan akan membuat hidupnya berhasil.  Keberhasilan tak selalu dalam arti materi, tetapi keutuhan hidup yang meliputi sukacita dan damai sejahtera.  Tujuannya agar orang yang diberkati itu menjadi saksi akan kasih dan kemurahan Allah.  Pada era Perjanjian Baru, berkat Tuhan mempunyai arti perkenanan seseorang melalui Yesus Kristus.  Berkat Tuhan yang terutama adalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan di dalam diri Yesus Kristus dan kehidupan yang utuh karena damai dan sejahtera dari Roh Kudus.  Jadi, berkat Tuhan mencakup keutuhan hidup, baik keselamatan jiwa yang akan datang, maupun  kesejahteraan hidup di masa kini.  Karena keselamatan jiwa yang akan datang merupakan anugerah Allah yang tak bersyarat, maka kita akan membicarakan tentang berkat Tuhan dalam arti kesejahteraan hidup di tahun yang baru.  Kesejahteraan yang bukan hanya berbicara tentang kecukupan materi, tetapi juga damai sejahtera di hati.

Bagaimana mengalami berkat Tuhan, sekali lagi dalam arti kesejahteraan hidup, di tahun yang baru?  Mari kita belajar dari pengalaman bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua, seperti yang dikisahkan dalam Yosua 1 sd 3.  Kita akan mempelajari dua kunci pembuka berkat Tuhan di tahun yang baru.

Kunci berkat Tuhan yang pertama adalah : pahamilah cara Tuhan berkerja.  Mari kita perhatikan firman Tuhan dalam Yosua 1:2 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.”  Mengapa Tuhan memerintahkan orang Israel untuk menyebrang saat itu juga?  Bukankah pada saat itu, seperti dicatat dalam Yosua 3:16 bahwa air Sungai Yordan sedang meluap?  Menyebrang Sungai Yordan sendiri adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, apalagi ketika air nya sedang meluap.  Mengapa Tuhan menghadapkan mereka pada kesulitan?

Nah, kita harus memahami cara Tuhan bekerja : di ujung kesulitan dan pergumulan selalu menanti berkat Tuhan.  Tuhan memerintahkan orang Israel untuk menyeberang saat itu juga karena tanah perjanjian di seberang sungai Yordan sedang mengalami masa panen.  Yosua 3: 16 menyebutkan,” … sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai  (Yosua 3:16).  Inilah cara Tuhan bekerja.  Ia menyediakan berkat-Nya, namun kita harus berjuang untuk mengatasi kesulitan dan pergumulan.  Sama seperti Tuhan memelihara burung di udara, namun toh burung itu tidak boleh hanya berdiam di sarangnya.  Burung itu harus terbang kesana dan kemari untuk menemukan makanan.  Jika burung pun harus berjuang untuk mendapatkan berkat Tuhan, maka mengapa kita malas untuk bekerja dan berupaya?

Kunci berkat Tuhan yang kedua adalah : taatilah aturan yang Tuhan tetapkan.  Banyak orang mengharapkan berkat Tuhan, tetapi berapa banyak yang bersedia untuk memenuhi aturan main yang Tuhan tetapkan.  Simak aturan main yang Tuhan tetapkan ,” Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)  Perhatikan tiga hal yang dituntut oleh Tuhan bagi mereka yang ingin berhasil dan beruntung : memperkatakan, merenungkan dan bertindak hati-hati berdasarkan kitab Taurat.  Mengapa Tuhan menetapkan syarat ini?  Bukan karena Tuhan pelit dalam berbagi berkat, namun Tuhan menghendaki agar kita mempunyai karakter yang kokoh untuk menerima berkat-Nya.

Keberhasilan dan keberuntungan seringkali mengubah hidup seseorang.  Ada orang yang setelah berhasil menjadi sombong dan gemar bermain perempuan atau pria.  Ada orang yang setelah mendapatkan keberuntungan, malah meremehkan saudara-saudaranya yang belum berhasil.  Bahkan tidak jarang, setelah berhasil dan beruntung, orang malah melupakan nama Tuhan.  Itu sebabnya, sebelum Tuhan memberkati kita, Ia ingin agar kita bertumbuh dalam karakter yang kokoh dan kuat.  Tanpa karakter yang kokoh dan kuat yang terbentuk oleh firman Tuhan, berkat dan keberuntungan bisa mengelincirkan orang pada kehancuran.  Bukankah tidak terbilang jumlahnya rumah tangga, perusahaan, bahkan gereja yang hancur setelah mengalami keberhasilan?

Tahun baru, berkat baru.  Inilah harapan kita.  Tugas kita bukan sekedar berharap, namun juga terus berjuang di tengah kesulitan dan pergumulan kita.  Kita berjuang karena menyakini bahwa berkat Tuhan senantiasa ada di ujung pergumulan kita.  Kita bukan berjuang sembarangan, tetapi mendasarkan diri pada firman Tuhan.


§ One Response to Tahun Baru, Berkat Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What's this?

You are currently reading Tahun Baru, Berkat Baru at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

meta

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.