Sinyal Handphone dan Keadilan Tuhan

June 16th, 2014 § 0 comments § permalink

handphone yang tidak ada sinyalSuatu saat bertemulah  romo, pendeta, seorang pemuda dan bapak di ruang makan.  Pemuda dan bapak ini adalah warga gereja Katholik.  Mereka berempat tengah menikmati kudapan menjelang siang di sebuah pertapaan yang sunyi.  Sambil menikmati roti dan kopi, mereka berbincang.

“Kenapa ya, saya sama sekali tidak mendapat sinyal di sini?” tanya pemuda itu.

“Ah, masa sih, sinyal saya penuh tuh” tegas sang romo.   Romo itu memperlihatkan hp dengan indikator sinyal yang penuh.

“Iya lho romo, punya saya juga tak ada sinyalnya,” tegas bapak itu.  Ia menatap hp nya dengan seksama.  “ Tergantung kekuatan sinyal providernya kali ya? Kalau punya pak pendeta bagaimana?”

“Ini bukan soal kekuatan sinyal.  Ini masalah keadilan Tuhan,” jawab saya.

“Ah, mana bisa pak pendeta. Sinyal kok terkait dengan keadilan Tuhan,” tanya  sang romo.

“Begini, Anda ditahbiskan sebagai romo yang melayani umat.  Romo tidak boleh menikah dan harus menanggung beban pelayanan yang berat di daerah.  Nah, sekarang di pertapaan ini, Tuhan memberikan romo hiburan berupa sinyal hp yang penuh terus,” terang saya.

Romo itu pun tersenyum.

“Lha, kenapa kami berdua tak dapat sinyal,” tanya pemuda itu.

“Anda berdua khan bukan romo.  Anda hidup bebas, baik sendiri maupun berkeluarga, menikmati segala keindahan dunia ini, juga tak harus menanggung beban pelayanan.  Nah, sekarang, Tuhan mengurangi sedikit kebahagiaan Anda.  Itu sebabnya Anda berdua tak mendapatkan sinyal HP,” jelas saya.

Mereka bertiga tersenyum simpul.

“Lha, pendeta sendiri dapat sinyal ga?” tanya bapak itu.

“Sinyal hp saya datang dan pergi. Kadang ada, kadang juga tidak.  Mengapa begitu?  Karena saya diteguhkan jadi pendeta, melayani umat tapi masih boleh berkeluarga dan menikmati keindahan dunia ini.   Jadi, kadang ada sinyal, kadang tidak ada.  Tuhan maha adil bukan?” pungkas saya.

Maka meledaklah tawa kami berempat di pertapaan yang sunyi itu.

Sit Down Comedian

August 13th, 2013 § 0 comments § permalink

funny driverJalan raya yang menghubungkan Malino dan Makassar tak semulus dan sebaik jalan Tretes ke Surabaya.  Jalan sempit naik turun, penuh dengan kelokan, dan kerusakan di sana sini.  Cukup untuk membuat Anda merasa mual, khususnya bila sopir tancap gas terus.  Ada banyak pemandangan menarik di kiri dan kanan jalan, bila Anda cukup iseng untuk menengoknya.

Nah, dalam sebuah Suzuki APV, ada 7 orang dewasa termasuk sopir, dan 2 anak-anak.  Sopir ini seperti tak bisa membedakan kaki kanan dan kaki kiri, alias tancap gas terus.  Maklum, rute jalan itu bukanlah hal yang asing baginya yang sudah berpuluh puluh kali turun naik Malino-Makassar.  Supir itu begitu piawai bermanuver sepanjang perjalanan.

Namun, tak ada gading yang tak retak.  Di salah satu turunan, sang sopir tak melihat polisi tidur.  Dengan kecepatan tinggi mobil melaju melewati polisi tidur yang nampaknya cukup tinggi.  Terdengarlah bunyi goncangan mobil yang cukup kuat, yang diikuti dengan suara teriakan dari bangku paling belakang.  Tiga anak remaja yang sedang tertidur langsung terlonjak karena goncangan mobil.  Kepala tiga anak remaja membentur atap mobil.

Saya terdiam menunggu apa yang akan dikatakan oleh sopir kami.  Saya mengharap setidaknya ia meminta maaf karena telah mengejutkan kami, khususnya pada remaja di bangku paling belakang.

“Ini bukan salah pak sopir yang mengantuk ya?  Yang salah itu yang bikin jalan.  Ia bikin jalan sambil mengantuk, sampai lupa kalau ada polisi tidur yang belum dibangunkan,” tutur sopir itu memecah kesunyian.

Maka meledaklah tawa kami.

Sebuah pembelaan diri yang sangat cerdas!  Pak Sopir, Anda layak menjadi sit down comedian.  Iyalah, sit down comedian, masak stand up comedian?  Emang sopir bisa nyetir sambil berdiri plus ngelawak gitu?

 

 

Bukan Bodoh

June 3rd, 2013 § 0 comments § permalink

KETAWA LAGISaya tengah berjalan menuju kantin yang terletak di sebuah rumah sakit jiwa.  Seperti biasa, saya mengenakan baju pendeta warna biru, jeans dan sepasang sandal.  Di tengah perjalanan, saya berpapasan dengan dua orang suster yang sedang menuntun seorang pasien.  Wajah kedua orang suster itu terlihat bingung.  Sementara  penampailan pasien rsi itu terlihat acak-acakan dengan rambut yang tak tersisir rapi.

“Pak Dokter, permisi tanya, ruang laboratoriumnya di mana ya,” tanya salah seorang suster itu sambil menghentikan langkah kaki saya,” Maklum, kami masih baru praktik di sini.”

Saya terkejut mendengar pertanyaan itu.  Tiba-tiba pasien rsj itu membuka suara,”  Dia bukan dokter di sini.  Pasti tidak tahu,” katanya sambil menunjuk ke arah saya.

“Benar, saya bukan dokter,  dan saya tidak tahu di mana laboratoriumnya,” ujar saya sambil melangkahkan kaki.

Satu dua langkah kemudian terdengarlah percakapan ini.

“Kamu kok pintar ya? Hafal dokter-dokter yang praktik di sini,” kata suster itu kepada pasien rsj yang digandengnya.

“Ya iyalah, aku khan di sini karena stress, bukan bodoh kayak kamu-kamu,” jawab pasien itu, sambil menunjuk dua suster di sampingnya.

Saya pun langsung ngakak guling-guling di halaman rsj itu.  Untunglah satpam tidak segera menangkap saya dan memasukkan ke kamar  pasien

 

Lima Tipe Pendengar Khotbah

January 16th, 2013 § 0 comments § permalink

church member

gambar diperagakan oleh model, bukan pelaku sebenarnya :) 

Ada banyak pemandangan menarik dari atas mimbar. Pengkhotbah yang berdiri di mimbar mempunyai posisi paling strategis untuk mengamati perilaku jemaat. Sepanjang beberapa tahun pelayanan sebagai pengkhotbah, saya menjumpai beberapa perilaku unik para pendengar khotbah. Para Pendengar khotbah dapat dibagi dalam beberapa tipe :

1. Pendengar Penuh Perhatian
Para pendengar serius ditandai dengan mata yang memelototi pengkhotbah, bergantian dengan memelototi buku catatannya. Dengan pena ditangan, mereka mencatat poin-poin khotbah. Para pendengar serius ini perlu diwaspadai karena mereka mengingat betul khotbah Anda, juga ilustrasi-ilustrasi Anda. Jangan coba-coba mengulang khotbah yang sama di hadapan mereka. Mereka akan menunjukkan bukti kemalasan persiapan Anda dengan segudang catatan khotbahnya, kalau Anda nekad mengulang khotbah yang sama. Kadangkala mereka juga membawa Alkitab yang ada penuntun studinya. Mereka akan langsung mengecek dan menentukan posisi teologis Anda dari khotbah yang mereka dengar. Seusai kebaktian, kadangkala mereka menyalami pengkhotbah dengan tersenyum sambil berkata,” Oh … jadi bapak penganut premillenium pretribulasi ya?” Kalau Anda tidak paham dengan istilah barusan ini, berarti Anda bukan tipe pendengar sejenis ini. Posisi tempat duduk mereka di bagian tengah agak depan

2. Pendengar Penuh Damai Sejahtera
Para pendengar penuh damai sejahtera  ini ditandai dengan kepala yang berulangkali tertunduk. Sekilas sepertinya mengaminkan khotbah, tetapi jelas ada bedanya. Ketika mereka berulangkali tertunduk tidak jarang ada sedikit air liur yang mengalir lewat sudut bibir mereka. Ih … rada jijay juga deh. Jangan tanyakan kepada mereka apa yang sudah Anda khotbahkan, bisa jadi mereka juga tidak ingat kalau lagi di gereja. Tempat favorit pendengar tipe ini adalah bagian pojok belakang. Pendengar tipe ini perlu diwaspadai mengingat bahaya kepala terbentur kursi di depannya, karena terlalu bersemangat menganggukkan kepala. Tipe ini adalah jenis orang yang mengalami mukjizat damai sejahtera di gereja. Tidak jarang mereka mengaku sulit tidur di rumah, tetapi begitu mendengarkan khotbah langsung zzz ….zzz …..

3. Pendengar Penuh Kecerdasan
Para pendengar tipe ini pasti mempunyai intelegensia di atas rata-rata, bahkan terbilang sangat cerdas. Buktinya mereka sanggup mendengarkan khotbah sambil baca warta, sambil mainan hape, atau sambil ngobrol dengan sebelahnya. Kemampuan melakukan beberapa aktivitas sekaligus ini sambil mendengarkan khotbah ini menunjukkan tingkat kecerdasan mereka. Karena mereka adalah orang-orang cerdas, maka mereka kesulitan untuk menaruh respek kepada orang yang tidak secerdas diri mereka, seperti misalnya pada sang pengkhotbah. Karena itu, jangan bertanya kepada mereka apa yang baru saja dikhotbahkan. Tips untuk menghadapi tipe ini sangat sederhana saja : sebagai pengkhotbah sambil menatap tajam mereka, Anda berkata dengan lantang,” Ketika Tuhan berbicara saat ini, Iblis sibuk bermain hape, baca warta dan ngobrol sendiri.” Coba aja kalau Anda cukup punya urapan untuk melakukan ini, tanpa membuat pendengar Anda sakit hati.

4. Pendengar Penuh Sukacita
Tipe ini ditandai dengan kemampuan tertawa dengan cepat dan keras. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk menyegarkan suasana. Tapi masalahnya, kadangkala saking cepatnya mereka tertawa, mereka tidak tahu apa yang ditertawakan. Anda yang berkhotbah pun bingung apanya yang lucu. Seringkali mereka memasang wajah cemberut, khususnya ketika Anda mulai berkhotbah tentang doktrin dengan istilah yang sulit-sulit. Bagi pendengar tipe ini, khotbah Anda dinilai bagus apabila Anda bisa menyaingi Eko Patrio, Thukul Arwana, atau Jojon. Posisi tempat duduk mereka sangat ditentukan reputasi pengkhotbah. Maksudnya kalau ada pengkhotbah yang punya reputasi tambahan sebagai pelawak, maka mereka akan duduk di depan.

5. Pendengar Penuh Kemurahan Hati
Tas atau kantung pendengar tipe ini dipenuhi dengan beberapa jenis permen yang siap diasongkan ke pendengar lain, selama khotbah berlangsung. Bunyi-bunyi yang ada di sekitar mereka adalah bunyi plastik bungkus permen dibuka, kaleng permen kecil jatuh. Mereka juga seringkali bermain mata untuk menawarkan permennya ke pendengar yang lain. Kalau orang-orang di sekeliling mereka terganggu dengan bunyi-bunyi ini, mereka akan berdehem-dehem memberi kesan kalau tenggorokan mereka sakit dan membutuhkan permen untuk menenangkannya. Kriteris apakah khotbah Anda bagus dan menarik, bisa Anda lihat dari respons mereka. Ketika mereka tidak lagi mengasongkan permen atau sibuk membuka bungkus plastik permen, tetapi memandang Anda dengan kekaguman seperti seorang anak dibawa ke toko permen yang besar, maka Anda khotbah Anda cukup menarik baginya. Tempat duduk mereka ditandai dengan berterbarannya bungkus permen yang ditinggalkan sembarangan setelah kebaktian.

Apakah Anda termasuk salah satu tipe di atas? Tidak? Adakah tipe-tipe unik lainnya? Pasti ada deh. Atau silakan Anda tambahkan sendiri di bagian comment di bawah tulisan ini. Lain kali disambung deh dengan perilaku aneh pengkhotbah di mimbar.

Ketawa Yuk!

April 24th, 2012 § 1 comment § permalink

Perjalanan saya, Vanda, Alden dan Clay ke Makassar dalam rangka pelayanan dan liburan memunculkan kisah-kisah lucu dan menyegarkan.  Ketawa yuk!

SALAH PESAWAT

Alden (5th) melangkahkan kaki bersama kami memasuki pesawat.  Matanya tajam memperhatikan segala sesuatu yang ada di sekitar kami.  Setelah duduk di kursi dan menunggu pesawat lepas landas, Alden terlihat cemas.  Berkali-kali ia menengok ke kiri dan kanan.

Alden    :  Pa, ini benar pesawatnya mau ke Makassar?  Tidak salah pesawat khan Pa?

Papa      :  Iya, benar.  Kenapa?

Alden    :  Tadi kok waktu masuk pesawat, koko kok tidak lihat tulisan Makassar? Yang ada tulisan citilink

Mama   :  Ini pesawat nak, bukan bis.

Papa      :   *cengar-cengir

***

GOOD dan NAKAL

Alden (5th) tengah berjongkok di depan lapak yang menjual gantungan kunci yang di dalamnya berisi kupu-kupu yang telah diawetkan.  Ia ingin membawakan oleh-oleh untuk temannya.  Ia sudah menghitung jumlahnya temannya 21 orang.  Harga gantungan kunci itu tidak murah, maka saya hanya membelikan 10 buah saja.

Papa      :   Papa belikan 10 buah saja ya?  Alden yang membagi nanti.

Alden    :  Ya, kurang dong pa.  Nanti ada teman Alden yang tidak dapat

Papa      :  Ya, koko atur sendiri aja.  Siapa yang dapat, siapa yang tidak dapat.

Alden    :  Ok, pa.

Pagi pertama setelah kembali dari Makassar,  sebelum berangkat sekolah, Alden terlihat sibuk menggunting gambar kupu-kupu dari kartu pos.  Ada beberapa gambar kupu-kupu di kartu pos itu.

Papa      :  Untuk apa itu nak?

Alden    :  Untuk teman-temanku di sekolah.

Papa      :  Lho, khan sudah ada gantungan kunci kupu-kupunya?

Alden    :  Gantungan kunci kupu-kupu untuk teman-temannya Alden yang good, yang nakal cuman  dapat gambar kupu-kupu aja.

Papa      : *cengar-cengir

***

PAKAI HAPE DONG

Alden (5th) bergembira ketika kami menuju Bantimurung untuk melihat air terjun dan penangkaran kupu-kupu.  Di sepanjang jalan di tepi air terjun itu, Alden melihat banyak kupu-kupu berterbangan dan hinggap di dekatnya.  Alden sangat ingin menangkap kupu-kupu itu, tetapi selalu gagal.

Nah, kami memasuki pusat penangkaran kupu-kupu.  Alden sudah bersiap-siap untuk menangkap kupu-kupu yang tentu saja tidak bisa terbang jauh karena ada di dalam penangkaran.  Saya melarangnya, tapi Alden bersikeras ingin menangkap kupu-kupu.

Papa      :  Ko, kupu-kupunya jangan ditangkap

Alden    :  Kenapa pa?  Aku pingin tangkap kupu-kupu pokoknya

Papa      :  Kupu-kupu itu kayak kita yang punya papa dan mama.  Nanti kalau kamu tangkap, papa atau mamanya bingung, kenapa anak kupu-kupu kok tidak pulang?

Alden    :  Lho, anak kupu-kupu khan nanti bisa kasih tahu papa mamanya kalau tidak pulang

Papa      :  Pakai apa ngasih tahunya?

Alden    :  Lho, pakai hape dong

 

Where Am I?

You are currently browsing the Humor Wepe category at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.