Aplikasi “Amsal Hari Ini”

March 31st, 2015 § 0 comments § permalink

AHI_icon

Pada hari Rabu, 1 April 2015 akan meluncur secara resmi aplikasi “Amsal Hari Ini” untuk Android dan iOS.  Aplikasi Amsal Hari Ini akan mengupas satu ayat per hari dari Kitab Amsal.  Pdt. Wahyu ‘wepe’ Pramudya akan menguraikan ayat demi ayat secara sederhana dan mengena.  Versi audio dari Amsal Hari Ini telah terdengar sehari 4 (empat) kali melalui Radio Bahtera Yudha 96,4 FM Bahtera Yudha.

Aplikasi “Amsal Hari Ini” ini tersedia di Google Play dan App Store secara gratis.  Sila mengunduhnya dan membagikannya kepada orang lain.

Kubur-kubur Terbuka dan Mayat-mayat Berkeliaran

December 1st, 2014 § 0 comments § permalink

walking deadSaya yakin kita sangat familiar dengan kisah penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.  Kita berulangkali membacanya di kitab suci, menyaksikan drama atau malah film tentang hal ini.  Sejauh yang saya tahu, ada satu bagian dari rangkaian kisah penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus yang jarang sekali dikhotbahkan atau dikisahkan dalam drama atau film.  Anda bisa menebak bagian mana yang saya maksudkan?

Sila memperhatikan Matius 27: 52-53!  Anda tidak mengingatnya?  Baiklah, inilah bunyinya :

  • 52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
  • 53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Nah, pernahkah Anda mendengarkan khotbah yang secara spesifik membahas ayat-ayat di atas? Pernahkah Anda melihat drama sekolah minggu di mana dua ayat tadi diperagakan?  Jika pernah, apakah Anda ingat siapa yang kebagian peran sebagai mayat-mayat yang bangkit itu?  Saya yakin Anda juga tidak pernah menyaksikan film yang menggambarkan adegan mayat-mayat yang bangkit kembali itu, selain di film-film sejenis Walking Dead–saya pinjam gambarnya di tulisan ini–yang sudah berlangsung sampai season ke-5 (?)

Menurut para ahli Alkitab, Matius 27:52-53 adalah salah satu bagian yang paling sulit ditafsirkan dalam Perjanjian Baru.   Ada begitu banyak perbedaan pendapat dan perdebatan yang berlangsung hingga kini.   Malah, bagi sebagian orang, corak penafsiran terhadap Matius 27:52-53 akan menjadi semacam penentu apakah pemahaman seseorang terhadap Alkitab masih konservatif atau cenderung progressif?

Ketika saya mempelajari bagian ini untuk kelas pemahaman Alkitab di GKI Ngagel, saya menemukan ada beberapa tafsiran yang malah melewatkan bagian ini begitu saja alias tidak membahasnya.  Ada buku-buku yang membahas bagian ini dalam 2-3 kalimat ringkas yang tak terlalu jelas apa artinya.  Syukurlah ada beberapa tafsiran lain yang membahas bagian ini dengan lebih spesifik.  Salah satu pokok diskusi dan perdebatan menyangkut bagian ini adalah : apakah kisah kubur terbuka dan orang kudus yang dibangkitkan ini adalah catatan historis?  Jika ya, mengapa hanya penulis Injil Matius yang menuliskannya padahal ini juga merupakan dampak penting dari kebangkitan Yesus Kristus?

Nah, saya menemukan setidaknya ada empat corak penafsiran untuk memahami bagian yang sulit ini.

  • Pertama, para ahli yang melihat peristiwa ini sebagai sebuah legenda lisan, dipercakapkan dari mulut ke mulut, dan dicatat oleh penulis Injil Matius untuk menggambarkan betapa dahsyatnya kuasa kematian dan tentu saja kebangkitan Yesus Kristus. Menurut pendapat ini, penulis Injil Matius bukan saja menuliskan fakta sejarah seputar kehidupan Yesus Kristus, namun juga bagaimana keberadaan Yesus Kristus itu dipercakapkan pada zamannya.  Bukankah selalu ada banyak percakapan dan kisah di seputar orang yang terkenal?  Demikianlah kisah tentang kubur kosong dan mayat yang bangkit lahir dari percakapan orang-orang, tepatnya para pengikut Yesus Kristus untuk mengungkapkan betapa hebatnya kuasa kebangkitan Yesus Kristus itu.

 

  • Kedua, para ahli yang melihat catatan munculnya orang-orang yang dibangkitkan ini sebagai penggambaran puitis dan apokaliptis yang menegaskan dampak meninggalnya Yesus Kristus dan penghakiman yang akan terjadi atas orang yang hidup dan mati di akhir zaman. Menurut pendapat ini, Yesus Kristus datang untuk menggenapi nubuatan tentang diri-Nya, termasuk dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Nah, penulis Injil Matius kemudian menyisipkan penggambaran puitis dan apokaliptis ini di tengah rangkaian fakta historis kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

 

  • Ketiga, para ahli yang melihat catatan munculnya orang-orang yang dibangkitkan ini sebagai peristiwa yang secara historis terjadi di Yerusalem. Menurut pandangan ini, peristiwa kubur terbuka dan orang mati dibangkitkan benar-benar terjadi di Yerusalem.  Nah, tentu kita bisa membayangkan kehebohan kota Yerusalem ketika orang-orang Kudus yang sudah meninggal itu bangkit dan muncul kembali.  Namun sayangnya tidak tercatat peristiwa yang menghebohkan ini baik di catatan sejarah yang bersifat umum, ataupun dalam catatan Injil dan surat-surat dalam Perjanjian Baru.  Demikian juga tidak ada catatan lebih lanjut tentang nasib orang-orang Kudus yang telah dibangkitkan ini dalam Injil Matius dan bagian Alkitab yang lain.

 

  • Keempat, para ahli yang melihat peristiwa ini sebagai catatan historis atas realitas rohani atau spiritual, yakni orang-orang yang dibangkitkan itu menampakkan diri di Kota Kudus yang kekal, yakni Yerusalem Baru. Para penafsir ini mendasarkan argumentasinya salah satunya berdasarkan kata yang diterjemahkan sebagai kota kudus.  Menurut mereka kota kudus ini bukanlah Yerusalem pada waktu itu, tetapi merujuk pada Kota Kudus yang kekal.  Mereka menyakini penulis Injil Matius dapat saja menuliskan Yerusalem jika yang dimaksudkannya adalah kota Yerusalem pada waktu itu.  Realitanya penulis Injil Matius memilih kata Kota Kudus.

 

Nah, inilah hasil survei sederhana terhadap beberapa tafsiran yang membahas salah satu bagian sulit dalam Perjanjian Baru ini. Mana yang Anda setujui?  Tidak ada?  Silakan membuat tafsiran Anda sendiri dan jangan lupa memberikan informasi ke saya sebagai bahan update tulisan ini.

 

Lekas Naik Darah (Amsal Hari Ini)

July 31st, 2014 § 1 comment § permalink

naik darahSiapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang bijak bermahkotakan pengetahuan (Amsal 14:18)

 

Betapa terkejutnya saya ketika uang receh dan ribuan itu tak ada lagi di mobil saya.  Satu jam yang lalu sebelum saya mencucikan mobil itu di sebuah tempat yang baru saja buka, uang-uang itu masih ada.  Saya marah!  Pegawai tempat cuci mobil itu telah mengambil uang-uang itu.  Dalam kemarahan yang membara, segera menuliskan status di facebook tentang betapa buruknya layanan tempat cuci mobil itu.  Dalam kemarahan pulalah saya bersemangat memberikan peringatan agar rekan-rekan saya tak mencucikan mobil di tempat itu

Saya memarkir mobil dan hendak mengambil sebuah barang di dashboard.  Betapa terkejutnya saya ketika menemukan uang receh dan ribuan ada dalam dua sampul plastik. Ah, ternyata pegawai tempat cuci itu justru merapikan dan bukan mencuri uang saya.

Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh (Amsal 14:18) .  Amsal ini mengingatkan kita bahwa kemarahan akan melahirkan kebodohan.  Mengapa?  Kemarahan membuat kita tak dapat berpikir dengan jernih.  Kemarahan membuat ingin segera bertindak tanpa berhitung baik atau buruk.  Akibatnya, kita melakukan hal-hal bodoh yang kita sesali kemudian.

Orang bijak bermahkotakan pengetahuan (Amsal 14:18).  Lawan dari sifat lekas naik darah adalah bijak.  Bijak berarti memikirkan dan mempertimbangkan dengan baik segala sesuatu.  Orang bijak bermahkotakan atau menggunakan pengetahuan sebagai landasan untuk keputusan dan tindakannya.

Kendalikan kemarahan, sebelum melahirkan kebodohan.  Gunakanlah hikmat agar tindakan kita bermartabat.

 

*Dengarkan rekaman audio “Amsal Hari Ini” 4 kali sehari  di 96,4 FM Bahtera Yudha Surabaya.

Paket Penjualan Tak Pernah Usai

December 5th, 2013 § 0 comments § permalink

Klik gambar untuk memperbesar ….

promo paket tak pernah usai

 

 

 

 

Tak Pernah Usai

November 20th, 2013 § 0 comments § permalink

Tak-Pernah-Usai_tegakTak Pernah Usai adalah buku ke-8 Wahyu ‘Wepe’ Pramudya.  Kumpulan khotbah ini membahas tentang bagaimana merajut kasih dalam pernikahan dan keluarga. Apa kata beberapa rekan hamba Tuhan tentang buku ini?

 

Tak banyak pendeta yang berani blak-blakan bicara tentang keluarga. Khotbah yang dibukukan ini menarik dan menggelitik pembaca. Bukan saja berisi nilai yang sarat dengan nilai alkitab, tetapi juga mudah dicerna karena disertai contoh. Mudah dinikmati karena ilustrasinya kocak dan mengena di hati. Rekan yang membutuhkan bahan khotbah yang segar dan membangun nilai keluarga, saya rekomendasikan untuk membaca buku Pdt. Wahyu ‘Wepe’ Pramudya.

—Dr. Julianto Simanjuntak

Penulis buku Mencinta Hingga Terluka, Pendiri Pelikan Indonesia

 

Pdt. Wahyu ‘Wepe’ Pramudya melalui buku ini secara gamblang dan inspiring  memaparkan bagaimana kita secara kreatif mengatasi masalah-masalah yang ada di dalam pernikahan dan keluarga. Penulis menggunakan pendekatan yang seimbang antara keyakinan biblikal dan pemahaman konteks kehidupan sehari-hari. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan bahkan digunakan untuk bahan konseling dan pembinaan pernikahan dan keluarga.

 —Pdt. Junifrius Gultom, Ph.D.

Dosen pascasarjana STT Bethel Indonesia (d/h ITKI), Jakarta

 

Buku kumpulan khotbah pernikahan keluarga ini sangat aplikatif dan sedikit “menggelitik”. Ketika membaca, terbayang Pdt. Wahyu ‘Wepe’ Pramudya  seolah-olah sedang berkhotbah dan saya bisa mendapat berkat dari setiap bab-nya. Para pembaca tidak akan sia-sia menyisihkan waktu untuk membaca buku ini.

—Pdt. Nyoman Widiantara

Hamba Tuhan di Perhimpunan Keluarga Kharis Surabaya

 

Akhirnya, koleksi khotbah Pdt. Wahyu ‘Wepe’ Pramudya  merambah ke wilayah pernikahan dan keluarga juga. Tegur sapa sabda-Nya terasa sekali mengarahkan, mencerahkan, dan membenahi dasar dan pilar kehidupan berumah tangga. Memang membangun rumah tangga bahagia tidak semudah seperti membangun tangga rumahnya. Bacalah bab demi bab, pasti saudara akan dituntun untuk melangkah ke sana.

—Pdt. Kaleb Kiantoro, M.Div.

Board of advisor Wanita Bijak dan Pria Maksimal

 

Serangkaian khotbah yang menyegarkan blak-blakan, mengoreksi dan membangun suatu pernikahan yang selaras dengan prinsip-prinsip Alkitab, excellent untuk diaplikasikan oleh pasangan-pasangan yang rindu untuk bertumbuh.

—Pdt. Daniel Tanusaputra, D.Min.

Dosen Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang

Manfaatkan masa pre order untuk mendapatkan harga khusus : Rp 27.500 /eks (di luar ongkos kirim) untuk periode pemesanan 20 sd 30 November 2013.  Hubungi bejanaretak@gmail.com untuk pemesanan dengan menyertakan nama, alamat, nomor hp dan jumlah pesanan.  Kami akan segera membalas pesanan Anda dengan menyebutkan jumlah dan no rek tujuan transfer.

Where Am I?

You are currently browsing the Uncategorized category at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.