Bukan Bodoh

June 3rd, 2013 § 0 comments

KETAWA LAGISaya tengah berjalan menuju kantin yang terletak di sebuah rumah sakit jiwa.  Seperti biasa, saya mengenakan baju pendeta warna biru, jeans dan sepasang sandal.  Di tengah perjalanan, saya berpapasan dengan dua orang suster yang sedang menuntun seorang pasien.  Wajah kedua orang suster itu terlihat bingung.  Sementara  penampailan pasien rsi itu terlihat acak-acakan dengan rambut yang tak tersisir rapi.

“Pak Dokter, permisi tanya, ruang laboratoriumnya di mana ya,” tanya salah seorang suster itu sambil menghentikan langkah kaki saya,” Maklum, kami masih baru praktik di sini.”

Saya terkejut mendengar pertanyaan itu.  Tiba-tiba pasien rsj itu membuka suara,”  Dia bukan dokter di sini.  Pasti tidak tahu,” katanya sambil menunjuk ke arah saya.

“Benar, saya bukan dokter,  dan saya tidak tahu di mana laboratoriumnya,” ujar saya sambil melangkahkan kaki.

Satu dua langkah kemudian terdengarlah percakapan ini.

“Kamu kok pintar ya? Hafal dokter-dokter yang praktik di sini,” kata suster itu kepada pasien rsj yang digandengnya.

“Ya iyalah, aku khan di sini karena stress, bukan bodoh kayak kamu-kamu,” jawab pasien itu, sambil menunjuk dua suster di sampingnya.

Saya pun langsung ngakak guling-guling di halaman rsj itu.  Untunglah satpam tidak segera menangkap saya dan memasukkan ke kamar  pasien

 


Leave a Reply

Your email address will not be published.

What's this?

You are currently reading Bukan Bodoh at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

meta

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.