Masih Sayang Aku?

September 24th, 2013 § 5 comments

 

alden_clay_berduaKemarin malam, setelah meninggalkan Surabaya selama tiga hari, saya kembali bersama dengan Alden (6,5 th) dan Clay (3 th)  bermain di tempat tidur mereka.  Clay selalu berceloteh dan  bertingkah lucu, dengan senang hati mencium atau dicium papanya.  Gelak tawa mewarnai permainan kami.

 

Seperti biasanya, jika ada di rumah pada malam hari, saya membacakan cerita untuk Alden. Setelah membacakan cerita Alkitab Anak yang Hilang dalam bahasa Inggris, tiba-tiba Alden bertanya,” Papa masih sayang koko?”

 

 Sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan.

 

 “Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya saya balik

 

 “Koko khan sudah tidak lucu lagi.  Tidak seperti dedek ” jawab Alden sambil melirik Clay di pelukan saya.

 

Duerrrrr.  Saya terdiam.  Tak mampu berkata-kata.  Mungkin selama ini saya dan istri banyak mencium Clay dan memuji-muji kelucuannya.  Mungkin itu yang membuat Alden bertanya-tanya apakah saya masih mencintainya.  Kini, saya berpikir keras bagaimana menjawab pertanyaan Alden.

 

Saya panggil Alden mendekat, memeluknya sambil tiduran, dan berkata,”  Tentu, papa masih sayang kamu.  Bukan karena kamu lucu atau tidak.  Tetapi karena kamu anak papa-mama.”

 

Alden terdiam di dalam pelukan saya.  Semoga ia mengerti apa artinya menjadi seorang anak.  Dicintai tanpa perlu prestasi atau pencapaian. Dicintai walau penuh kesalahan dan kegagalan.  Dicintai papa karena ia adalah anaknya.  Titik.

 

Malam itu sebetulnya, saya juga punya pertanyaan yang sama.
Setelah sekian lama melayani sepenuh waktu, saya ingin bertanya,” Bapa, masih sayang padaku?  Saya merasa tak melayani-Mu dengan semangat seperti dulu.  Saya merasa tak banyak lagi berdoa seperti dulu.  Saya merasa tak banyak lagi bersaksi seperti dulu.   Saya merasa tak banyak lagi membaca Alkitab seperti dulu.  Saya merasa tak mampu menjalani kehidupan seperti kehendak-Mu. Kini,  banyak dosa dan kesalahan yang tentu saja tak terlihat orang lain, tetapi pasti Bapa tahu”

 

 “Bapa, masih sayang padaku?”

 

Ketika memeluk Alden dan Clay di tempat tidur itu, tiba-tiba, air mata saya mengalir deras ….

 

 


§ 5 Responses to Masih Sayang Aku?"

Leave a Reply

Your email address will not be published.

What's this?

You are currently reading Masih Sayang Aku? at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

meta

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.