Lewat Tawa dan Air Mata

October 28th, 2014 § 0 comments

tawa dan air mataSabtu lalu, ketika dalam perjalanan KA Ekonomi Surabaya-Malang, saya teringat belasan tahun yang lalu ketika memutuskan untuk mendaftar ke SAAT-Malang. Gereja asal saya pada waktu itu tak memberikan dukungan, bahkan surat keterangan keanggotaan gereja pun tak saya dapatkan. Ketika saya menghadap seorang pimpinan gereja waktu itu, beliau menegaskan kalau saya masuk ke SAAT Malang itu berarti saya harus mencari gereja yang lain. Saya merasa terusir secara halus. Saya meninggalkan ruangan pertemuan itu dengan air mata yang menggenang. Tak mengerti mengapa ada begitu banyak masalah ketika menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan penuh waktu. Ketika saya menjadi mahasiswa SAAT Malang, mengembaralah saya ke gereja-gereja di kota Malang untuk beribadah, salah satunya yang kemudian bernama GBI Diaspora Sejahtera. Gereja yang saya layani hari MInggu kemarin.

Pada tahun pertama studi di SAAT, keluarga saya kemudian memutuskan untuk bergereja di Gki Beringin Semarang, karena tak merasa nyaman lagi di gereja yang lama. Pada titik inilah, saya gamang. Apakah saya akan mengikuti keluarga menjadi anggota GKI Beringin atau menjadi anggota gereja yang lain? Saya tak ingat pasti mengapa saya memutuskan untuk turut beserta keluarga menjadi anggota GKI Beringin Semarang. Apakah keputusan ini tepat? Biarlah waktu yang membuktikannya. Mungkin, bila waktu itu saya memutuskan untuk menjadi anggota gereja lain, maka tak mungkinlah saya kini melayani di GKI Ngagel.

Ya, Tuhan bisa memimpin hidup kita lewat duka ataupun suka. Tuhan bisa memimpin hidup kita melalui air mata atau tawa.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

What's this?

You are currently reading Lewat Tawa dan Air Mata at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

meta

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.