Logika

May 23rd, 2011 § 2 comments § permalink

Apa dan Mengapa?  Inilah dua hal yang seringkali ditanyakan anak-anak dalam proses pertumbuhannya.  Setelah anak-anak bertanya dan mendengarkan jawaban, seringkali mereka mengolah sendiri apa yang mereka tahu.  Begitu pula yang terjadi dengan Alden (4,5 th).

Beberapa waktu yang lalu, di malam hari saya mendapati Alden mengisi tempat minumnya dengan air dingin dari dispenser.  Sebenarnya, saya dan Vanda membatasi Alden minum air dingin supaya tidak mudah kena flu dan pilek.   Saya menanyakan hal ini ke Alden.

Papa       : Lho, kok Alden mengambil air dingin?

Alden      : Iya, pa.  Alden minum air dingin saja.

Papa       : Lebih enak ya?

Alden      : Ya, lebih enak.  Tapi ada gunanya juga lho pa minum air dingin.

Papa       : Oh, ya.  Apa?

Alden       : Supaya Alden tidak panas badannya.  Kalau minum air dingin, badan Alden jadi tidak panas.  Kayak teh khan supaya tidak panas, harus dikasih air dingin. Nanti kalau ngga minum air dingin, badan Alden panas lho. Kalau   panas, jadi batuk dan pilek.  Jadi, Alden harus minum air dingin.

Papa      :  * cenat-cenut, sambil ngomong dalam hati : ampyun dah, duh anaknya siapa sih ini.

 

Ganteng

November 18th, 2010 § 1 comment § permalink

Alden ( waktu itu 2,5 th) sudah mandi dan berpakaian rapi.  Saya sedang menggendongnya, lalu terjadilah percakapan ini :

Papa : Alden ganteng ya, anak siapa sih?
Alden : (diam)
Papa : (narsis mode on, setengah memaksa) anaknya pak wahyu pramudya ya?
Alden : Bukan!
Papa : (penasaran) Lho, Alden anaknya siapa?
Alden : Anaknya Tuhan Yesus
Papa : wakakaka ….

Ngumpet

October 19th, 2010 § 2 comments § permalink

Beberapa waktu yang lalu, saya berkhotbah di sebuah jemaat yang menempati ruko. Ruangannya paling hanya cukup untuk menampung 50 orang. Di mimbar, seperti biasa ada tempat duduk untuk pengkhotbah. Karena mimbarnya cukup besar, maka ketika saya duduk, jemaat tidak akan melihat saya. Hari itu saya memimpin liturgi dan berkhotbah, seperti lazimnya di GKI. Sementara saya memimpin, di deretan bangku anggota jemaat, ada anak kecil yang terus saja tidak pernah tenang. Tidak henti-hentinya anak itu bergerak, berbicara dan kadang tertawa. Si mama terlihat kesulitan untuk menenangkan anak yang aktif itu. Biasanya saya cukup terganggu dengan suara-suara yang tidak perlu seperti itu. Hari itu saya mencoba menerima situasi seperti itu. Maklum anak itu adalah Alden, anak saya sendiri.

Saya merasa kehadiran Alden telah mengganggu ketenangan ibadah. Sebelum doa syafaat, saya meminta maaf kepada anggota jemaat untuk perilaku Alden. Mereka tersenyum tanda memahami apa yang terjadi, sementara Alden terus mengarahkan pandangan ke mimbar. Hati saya lega merasakan anggota jemaat memaklumi keributan yang ditimbulkan Alden.

Selesai saya memimpin doa syafaat, giliran penatua yang berdiri untuk memimpin persembahan. Sesaat setelah saya duduk, ketika penatua sedang melangkah ke mimbar, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan keras,” Papa ngumpet!” Dan … gerr … meledaklah tawa seluruh jemaat. Alden kembali berulah!

Buah Tidak Jatuh Jauh dari Pasar :)

September 14th, 2010 § 1 comment § permalink

Alden (hampir 3 tahun) memang suka meniru perilaku saya dan vanda. Caranya berjalan dan menatap mirip dengan saya, kata Vanda. Terus apa yang mirip dengan vanda? Ekspresif dan warna kulitnya. Lengkap sudah. Memang buah jatuh tidak jauh dari pasarnya, eh pohonnya.

Melihat kami beberapa kali menggunakan hape, Alden pun ingin punya hape juga. Tentu tidak mungkin kami membelikan hape yang asli, karena itu kami membelikan hape mainan dari plastik. Tapi tidak terlalu lama Alden mau memainkannya, mungkin karena ia tahu itu cuman hape mainan. Beberapa lama kemudian, Alden menemukan dan memainkan hape lama yang sudah rusak. Gayanya waktu menelpon betul-betul mengingatkan saya pada satu orang yang sangat saya kenal karena kadangkala tingkahnya yang menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan diri saya sendiri?

Nah, sejak beberapa waktu yang lalu, saya menggunakan blekberi, dan vanda ganti menggunakan e71 saya. Ini blekberi casio alias diCASIOrang (terima kasih untuk yang sudah mengirim blekberi, yang lain silakan kirim notebook 🙂 Sejak saat itu, Alden lebih sering mendengar saya dan vanda berbicara tentang facebook. Berulangkali walau tidak sempurna ia berkata,” Alden mau pe buk an (baca : fesbukan) kayak papa dan mama. Tebak apa yang terjadi kemudian?

Ketika jari saya asyik memainkan blekberi, Alden tidak mau kalah. Ia menaruh hape rusak yang selama ini dimainkannya, sambil berkata “Ini tidak bisa untuk pe buk an.” Kemudian ia membawa sesuatu di tangannya. ” Ini kayak punya papa dan mama!” katanya bangga. “Bisa untuk pe buk an (fesbukan), karena yang bisa dipencet-pencet banyak!”

Tebak apa yang di tangan Alden? Sebuah kalkulator.

Tuhan Yesus Libur

September 14th, 2010 § 1 comment § permalink

Beberapa waktu ini Alden (2 th, 9 bln) libur sekolah. Kalau saya bertanya kepadanya,” Libur itu apa sih?” Maka Alden biasanya menjawab,” Tidak masuk sekolah. Belajar di rumah.”

Nah, dalam masa libur itu saya sedang mengendarai mobil ke gereja bersama Alden. Ketika hampir turun, terjadilah percakapan ini :

Alden : Ini gerejanya papa ya?
Papa : (mode teologis on) bukan. Ini gerejanya Tuhan Yesus.
Alden : O … tapi Tuhan Yesusnya di mana?
Papa : (terkejut dan terdiam karena kaget)
Alden : Di dalam gereja ya pa?
Papa : (pasrah mode on) Ya nak ….

Kami berdua berjalan ke kantor, melewati gedung gereja yang terkunci.

Alden : Lho … kok gerejanya tutup?
Papa : Libur nak, tidak ada kebaktian.
Alden : Oh … Tuhan Yesus belajar di rumah dong …
Papa : Wakakaka……

Where Am I?

You are currently browsing the Humor Wepe category at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.