Bersyukur untuk Rasa Takut

October 20th, 2010 § 0 comments § permalink

Suatu kali sekitar pukul 02.00 dinihari , suara halilintar menggelegar berulangkali. Sangat keras memekakkan telinga.   Saya masih bekerja menggunakan notebook di luar kamar tidur.  Segera saya masuk ke kamar karena saya tahu biasanya Alden bisa  terbangun hanya karena suara hujan.  Apalagi halilintar yang begitu keras, pasti Alden terbangun.  Dugaan saya terbukti.   Alden terbangun dengan wajah yang terlihat pucat karena ketakutan.  Sambil menutup telinganya, ia mendekatkan tubuhnya untuk dipeluk Vanda. Dalam pelukan mamanya,  ketakutannya sirna dan Alden dapat melanjutkan tidurnya walau suara halilintar masih menggelegar.

Dari sebuah e-mail yang pernah dikirimkan, saya membaca bahwa konon  ada 484 ketakutan atau phobia manusia. Sebuah daftar panjang yang membuktikan betapa manusia tidak dapat lepas dari rasa takut. Sayangnya, semenjak kecil kita selalu diajar bahwa rasa takut harus dilawan. Rasa takut harus ditaklukkan. Jadilah berani!  Titik.  Bagaimana cara menjadi berani?  Kita tidak pernah mendapatkan jawabannya.  Akibatnya, daftar panjang ketakutan itu masih bertambah satu lagi : takut tidak bisa mengalahkan rasa takut.  Ironis bukan?

Mungkin kita harus belajar untuk hidup berdampingan dengan rasa takut, dan bukan mengalahkannya.  Rasa takut yang menjaga kita dari melakukan sebuah kesalahan yang tidak perlu.  Rasa takut yang menyebabkan kita berpikir, berkata dan bertindak dengan hati-hati.   Bayangkan jika kita tidak mempunyai rasa takut sama sekali.  Berjalan di atas atap rumah untuk memperbaiki atap yang bocor, kita anggap sama seperti berjalan kaki mengelilingi taman.  Meloncat dari atap rumah pun mungkin akan kita lakukan dengan enteng.  Hasilnya?  Mungkin patah kaki atau malah gegar otak.

Ke mana rasa takut itu membawa kita?  Inilah masalah utama dengan rasa takut, dan bukan bagaimana kita mengalahkannya.  Jika rasa takut itu membawa kita untuk menjalani hidup dengan hati-hati,maka kita membutuhkan rasa takut itu bukan?  Jika rasa takut itu mengingatkan akan keterbatasan kita sekaligus membawa kita menyadari betapa berharganya orang lain dan Tuhan, maka rasa takut itu harus kita syukuri.

Mari bersyukur untuk rasa takut.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with jangan at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.