Ngumpet

October 19th, 2010 § 1 comment § permalink

Beberapa waktu yang lalu, saya berkhotbah di sebuah jemaat yang menempati ruko. Ruangannya paling hanya cukup untuk menampung 50 orang. Di mimbar, seperti biasa ada tempat duduk untuk pengkhotbah. Karena mimbarnya cukup besar, maka ketika saya duduk, jemaat tidak akan melihat saya. Hari itu saya memimpin liturgi dan berkhotbah, seperti lazimnya di GKI. Sementara saya memimpin, di deretan bangku anggota jemaat, ada anak kecil yang terus saja tidak pernah tenang. Tidak henti-hentinya anak itu bergerak, berbicara dan kadang tertawa. Si mama terlihat kesulitan untuk menenangkan anak yang aktif itu. Biasanya saya cukup terganggu dengan suara-suara yang tidak perlu seperti itu. Hari itu saya mencoba menerima situasi seperti itu. Maklum anak itu adalah Alden, anak saya sendiri.

Saya merasa kehadiran Alden telah mengganggu ketenangan ibadah. Sebelum doa syafaat, saya meminta maaf kepada anggota jemaat untuk perilaku Alden. Mereka tersenyum tanda memahami apa yang terjadi, sementara Alden terus mengarahkan pandangan ke mimbar. Hati saya lega merasakan anggota jemaat memaklumi keributan yang ditimbulkan Alden.

Selesai saya memimpin doa syafaat, giliran penatua yang berdiri untuk memimpin persembahan. Sesaat setelah saya duduk, ketika penatua sedang melangkah ke mimbar, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan keras,” Papa ngumpet!” Dan … gerr … meledaklah tawa seluruh jemaat. Alden kembali berulah!

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with lucu at Wahyu 'wepe' Pramudya's blog.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.